Cari Artikel

Thursday, November 2, 2017

Kiat-kiat Menuju Surga Allah

Ada empat hal keutamaan mencintai akhirat supaya keinginan masuk surga dapat terpenuhi dan surga dapat di nikmati.

Pada dasarnya manusia ini apabila kita berikan pilihan surga atau neraka semua pasti sepakat memilih surga tanpa terkecuali.

Anehnya manusia ini kita mengajak menuju surga tak sedikit yang menolaknya dengan cara memaparkan berbagai alasan yang ada mulai dari yang pertama sibuk (seolah olah yang sering ikut pengajian, majelis taklim tidaklah sibuk)

Kedua, ini khusus Mahasiswa katanya buat tugas dan banyak tugas (pertanyaannya jadi maksudnya kami ini yang senantiasa hadir apa tidak mempunyai tugas? Dan bagaimana jika tugas kami jauh lebih banyak dari kalian?)

Ketiga, jauh jarak dari rumah (pertanyaannya sedekat apa jarak kami pada tempat yang mulia itu, karena kalau memang mau kemana pun kita tempuh, sebab ini sangat penting terutama dalam mempertanggung jawabkan kemauanmu menginginkan surga dan mengapa cuma ini tapi pada tempat yang lain hampir tidak ada alasan seperti ini)

Keempat, biasanya ini penyataan dari para Akhwat yaitu tidak bisa keluar malam (untuk pengajian tidak bisa keluar tapi untuk pacaran dan kepada tempat yang tidak ada manfaat kapanpun siap keluar, kan aneh)

Kelima, tidak ada kendaraan (waduh masih ada alasan beginian, memang kamu itu hidup di zaman apa? Zaman sudah semakin canggih ini sebab Go-jek ada, Grab pun ada, kenapa masih beralasan)

Baiklah mungkin ini dulu beberapa poin yang bisa penulis paparkan meskipun masih banyak lagi poin-poin lainnya yang berkenaan tentang realita manusia dalam memilih surga sebagai tempat kembalinya kelak.

Adapun kiat-kiat untuk membantu kita dalam memperoleh nikmat dalam menikmati surganya Allah Azza Wajalla sebagaimana yang di jelaskan oleh Tgk. Safaini, MA pada pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam yaitu :

1. "Bertemanlah dengan orang-orang yang Sholeh"

Teman yang sholeh bukan yang sholah, karena apabila kita sering berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang Sholeh maka meskipun kita tidak sholeh InsyaAllah lama kelamaan kita juga ikutan Sholeh.

Carilah teman dengan katagori seperti ini yaitu : Pertama, Apabila kamu Melihatnya membuat kamu terus teringat dan mengingat Allah sehingga kamu tidak lupa kepada Allah.

Kedua, Ucapannya membuat kamu termotivasi dan bersemangat dalam beribadah dan taat kepada Allah dan Ketiga, pekerjaannya membuatmu terus mengingat Allah sehingga pekerjaanmu juga sepertinya yg senantiasa Istiqomah dalam ketaatan kepada Allah.

2. Merasa khawatir atas harta yang dimiliki, sehingga sepatutnya sabar terhadap harta dengan cara menggunakannya sesuai perintah yang mendekatkan diri kepada Allah.

Banyak kita manusia dengan harta sehingga membuat kita menjadi "Ambolah Udang, yang lain kapiting samuo" sehingga kita bebas melakukan apapun.

Harta juga di peroleh dari berbagai macam cara, atas nama harta tercapai semua jadi halal meskipun perlu sikat bawah, tembak atas, tendang samping, serong kanan dan serong kiri, Nauzubillah.

Dan parahnya lagi setelah menjadi hartawan pun pelitnya tujuh belas setan dimana dia anti sedekah, infak, zakat apalagi karena dia hanya manfaatkan demi keuntungan pribadinya bahkan juga untuk orangtua, anak dan istri juga lupa.

3. Selalu merasa sedih/gelisah karena sedikit amal. Berbeda dengan realita saat ini bahkan banyak dari kita yang merasa amalannya sudah banyak dan sudah cukup untuk di persembahkan kepada Allah kelak.

Padahal di dalam Al-Qur'an Allah telah mengingatkan "Andai Lautan kamu jadikan tinta untuk menulis NikmatKu kata Allah maka itu tidak akan pernah cukup meskipun setelah lautan itu kering kamu tambah tujuh atau lebih lautan lagi".

Jadi apa yang ingin kita banggakan saudaraku, karena belum seberapa amalan kita saat ini, maka khawatir lah kita,sehingga kita senantiasa terus menperbaiki kualitas dan kuantitas amal serta terus meramal.

4. “Perbanyaklah mengingat kematian" sebab dengan kerab ingat mati, maka seseorang akan menjauhkan perbuatan maksiat dan mengutamakan berbuat kebajikan.

Coba amalkan satu hal ini, Apabila anda ingin melakukan suatu kemungkaran atau kemaksiatan bayangkanlah ketika anda sedang melakukannya atau usai melakukannya anda mati, Nauzubillah.

Ketika ingin berzina bayangkan "ketika sedang berzina di gerebek kemudian di pukuli atau di rajam hingga mati"

Mencuri "Ketika ingin mencuri ketahuan kemudian dipukuli (ada yang di bakar) masyarakat hingga mati"

Mabukan "Ketika mabok, kebanyakan minum overdosis hingga mati"

Berjudi "ketika menang atau kalah (banyak hutang) ada yang iri atau tidak senang dengan kita kemudian di bunuh"

Dan banyak lagi contoh lainnya sehingga apabila itu tersistem di pikiran kita mungkin tidak ada lagi kemungkaran dimuka bumi ini, Wallahu 'Alam


Arief Kurniawansyah R
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh

No comments:

TERNYATA FIR'UN MASIH HIDUP

Andai kita hidup pda zaman Fira'un, kira-kira kita jadi pengikut siapa, Fir'aun atau Nabi Musa?" Musaaa? Yakiiin? Tapi yang...