Cari Artikel

Friday, November 3, 2017

Berani Berhijrah


Hijrah adalah suatu 'perubahan' dan meninggalkan perkara-perkara yang buruk, menuju kepada perkara-perkara yg baik.

Jika kaum kafir terdahulu mencari cahaya dalam kegelapan, maka umat islam hari ini tersesat dalam cahaya.

Kenapa kita tidak berani berhijrah sedangkan kita telah lahir dalam keadaan bersyahadat?
Bukankah syahadat itu merupakan 'pintu' masuknya seseorang ke dalam islam?

Kembali kita melihat, apa makna dari syahadat yang setiap hari kita ucap di dalam shalat? Makna syahadat hakikatnya adalah menerima apapun perintah & larangan dari Allah.
Konsekuensi syahadat itu "Sami'na wa ata'na", kami dengar lalu kami ta'at, bukan "sami'na wa ashayna", kami dengar lalu kami abaikan

Jadi periksa kembali syahadat kita, syahadat yang benar itu mendorong kita untuk menjadi hamba Allah yang ta'at, bukan hamba yang membangkang.

Majidah Nur, S.Sy dalam materinya pada kegiatan kajian khusus akhwat yang diselenggarakan oleh Komunitas Dakwah Rakan Meutuah beliau menyampaikan bahwa Hijrah itu terbagi kepada 3 macam :

1. Hijrah perkataan yaitu mulailah kita mengontrol perkataan kita dari sesuatu yang tidak ada manfaatnya bahkan perkataan yang merusak diri kita sendiri seperti fitnah, ghibah, dan perkataan yang tidak ada nilai manfaat lainnya "Berkata baik atau Diam"

2. Hijrah perbuatan yaitu mulailah kita dari sering di sibukkan dengan aktifitas yang sia-sia belaka menuju kepada aktifitas nan mulia seperti Sholat berjamaah on time, mengikuti kajian agama, berzikir, rajin bersedakah dan membantu orang lain dalam kontek yang baik-baik, dan juga perbuatan buruk kita yang harus segera kita tinggalkan seperti berpacaran, mengambil hak orang lain, berbohong, ingkar janji, berbuat yang keji dan mungkar dan lainnya yang harus kita tinggalkan.

3. Hijrah pemikiran, Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia tanpa batas. Berbagai informasi dan pemikiran dari belahan bumi bisa diperoleh di dunia maya dengan mudah. Maka hijrah pemikiran mesti dilakukan dalam rangka meninggalkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan pemikiran yang saling salah menyalahkan orang lain seolah olah dirinya dan kelompoknya lah yang paling benar akan tetapi berpikirlah untuk membangun tidak hanya mampu mengkritisi.

Bagi kamu shalihah, bukan hanya jilbab atau tudungmu saja yg menjadi 'tolak ukur' bahwa kamu sudah berhijrah, tapi cek kembali
sudahkan kita hijrah perkataan kita? Dari kebiasaan berkata-kata buruk menjadi berkata-kata baik atau diam.

Sudahkah kita hijrah perbuatan kita? Dari perbuatan yang selama ini sia-sia, menjadi segala perbuatan yg bermanfaat

Sudahkah kita hijrah pemikiran kita?
Ini yg paling penting, pemikiran kita juga harus hijrah, memposisikan kecintaan kepada Allah diatas segalanya.

Ada 4 hal yang harus dilakukan selama proses kita berhijrah :
1. Tadhiyah, pengorbanan
2. Tawakkal, berserah diri hanya kepada Allah
3. Ta'allim, terus belajar berjuang menjadi lebih baik
4. Tawadhu', rendah hati..

Jangan pernah merasa diri kita suci ketika sudah berhijrah, jangan pernah menganggap orang lain yg belum hijrah jauh lebih buruk dari kita, karena itu sombong, sombong adalah sifatnya iblis.

Terus bersabar dalam jalan hijrah ini, sungguh Allah mencintai orang-orang yang sabar, kelak orang-orang sabar akan disambut oleh Allah dengan ucapan Assalamu'alaikum bima sabartum

Hijrah ini proses tanpa henti untuk menjadi lebih baik, kapan kita berhenti berhijrah? ketika sudah didalam syurga baru kita berhenti berhijrah ..

Semoga bermanfaat
Wallahu'alam bishawwab


Ummi Kalsum
Mahasiswi Hukum Ekonomi Syari'ah
Fakultas Syari'ah dan Hukum
UIN Ar Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

No comments:

TERNYATA FIR'UN MASIH HIDUP

Andai kita hidup pda zaman Fira'un, kira-kira kita jadi pengikut siapa, Fir'aun atau Nabi Musa?" Musaaa? Yakiiin? Tapi yang...