Cari Artikel

Wednesday, November 1, 2017

Jangan Berpura-Pura

Kita banyak ​berpura-pura​ di hadapan manusia, kita berusaha kelihatan baik. Di hadapan manusia kita berusaha untuk kelihatam alim, sholeh/solehah, konon kitalah yang paling dekat dengan Allah Tetapi semuanya hanyalah tipu daya belaka.

Untuk apa jika di belakang manusia kita malah sebaliknya, Di belakang manusia kita banyak berbuat maksiat, berbicara tentang Sholat padahal kita sering tinggalkan Sholat, Mengajak orang sedekah padahal dirinya sedekah tak nak, berbicara seolah paling anti pacaran padahal kenyataannya dia sering berduaan bermain lelaki/Perempuan.

Dan kita tahu bahwa Allah sedang melihat ​kepura-puraan​ kita. Kenapa di hadapan manusia kita berusaha menunjukka kesempurnaan kita, kita berusaha menonjolkan kesholehan kita tetapi di hadapan Allah diri kita Nauzubillah.

Apakah kita mengharapkan manusia memuji kita?
Apakah kita mengharapkan manusia menyanjungi kita? Atau apa? Apa? dan apa? Hanya pribadi kita saja yang mampu menjawabnya sebab manusia tidak mengetahui itu semua kecuali Allah Azza Wajalla.

Ya, Itu pada pandangan manusia. Bagaimana dengan pandangan Allah? Kenapa kita terlalu mengejar pandangan manusia? Apa kita lupa bahwa Allah lah yang akan membalas semua kebajikan ataupun keburukan kita?,  bukan manusia yang fana atau siapa.

Mungkin 24 jam kita habiskan demi manusia, dakwah katanya, namun 1 Jam pun tidak ada usaha kita demi Allah yang maha memiliki segalanya. Untuk apa kita menolong orang lain sedangkan kita tidak berupaya menolong diri kita sendiri, sehingga kita terlalu sibuk mengurus orang lain tapi lupa mengurus diri pribadi kita.

Benar tidak salah untuk mengajak manusia ke arah kebaikan, namun perlu kita perbaiki niat terlebih dahulu dan juga jangan lupa perbaiki diri kita.

Jika hidup semata-mata untuk mengejar pujian, penghargaan. Like dan komentar manusia lainya maka percayalah bahwa itu takkan pernah habis. Dan kita sentiasa akan dahagakan akan itu semua yang hanyalah sementara.

Dari itu mari kita Tinggalkan pengharapan pada pujian dan penghargaan manusia, tapi
Persembahkan yang paling sempurna pada dzat yang luar biasa yaitu Allah yang maha sempurna dan memiliki segalanya. Wallahu 'Alam



Arief Kurniawansyah R
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

No comments:

TERNYATA FIR'UN MASIH HIDUP

Andai kita hidup pda zaman Fira'un, kira-kira kita jadi pengikut siapa, Fir'aun atau Nabi Musa?" Musaaa? Yakiiin? Tapi yang...