Cari Artikel

Saturday, December 16, 2017

Jangan Berpedoman pada Orang Islam

Oleh : Arief Kurniawansyah R ( Ketua Umum Komunitas Dakwah Rakan Meutuah)

Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar, tetapi jika masih juga berbuat keji dan mungkar berarti sholatnya masih mengalami masalah dan karena karena.....

Jangan berpedoman pada prilakunya orang islam tapi pada apa yang sebenarnya islam ajarkan. Sebab manusia ini amat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.

Dalam keseharian mungkin kita sering menemukan pernyataan seperti ini :

- Apa itu dia Sholat tapi masih berjudi, berzina, dholim, maksiat.....
- Rugi puasa mata tak terjaga, dan sering memakan yang bukan haknya.....
- Naik Haji tapi perbuatan seperti Yahudi...
Dan banyak lagi pernyataan lainnya yang seolah-oleh percuma saja menjadi orang Islam.

Padahal pada hakikatnya nya segala sesuatu yang kita lakukan sebagaimana yang Allah perintahkan itu merupakan suatu pelatihan untuk diri kita dan ada kala di saat kita sedang berlatih terdapat banyak kekurangan, banyak kesalahan yang masih saja kita lakukan maka dari itu kita dapat memaklumi saja karena kita sedang dalam masa pelatihan.

Akan tetapi banyak dari kita dan kalangan saudara-saudara kita mungkin tidak paham dalam memahami hal seperti ini, sehingga begitu mudah mengklaim atau membuat pernyataan seolah-olah seperti itulah Islam.

Berbicara Sholat, yang sudah sangat begitu jelas Allah nyatakan bahwasanya "sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar" akan tetapi jangan sampai menjadi pedoman Apabila seseorang yang bisa dikatakan ahli ibadah ahli shalat masih berbuat perbuatan keji dan mungkar karena kita tidak tahu bagaimana kualitas sholatnya, bagaimana cara dia melakukan shalat, dan benar atau tidaknya cara dia melakukan sholat.

Ada 3 karakter orang-orang yang melakukan shalat, yang pertama shalat karena kewajiban, kedua sholat karena kebutuhan dan yang ketiga shalat karena kenikmatan.

Sholat karena kewajiban : bisa dikatakan shalat ini yang dilakukan dengan cara terpaksa "yang penting sholat bukan shalat itu penting" dan bagaimana sholat kita berkualitas jika demikian bahkan kita tidak tau apa makna sesungguhnya yang terkandung dalam sholat itu malahan sholatnya belum istiqomah yang kadang ada kadang tidak.

Sholat karena kebutuhan : shalat ini sudah mulai berkualitas di mana kita sudah tahu sedikit demi sedikit makna dari shalat, sedikit demi sedikit sudah kita rasakan manfaat daripada shalat yang kita lakukan sehingga sholat ini menjadi kebutuhan kita yang harus selalu kita lakukan dan jika tidak ada ini maka belum lengkaplah semuanya.

Shalat karena kenikmatan : sholat model inilah yang bisa kita katakan shalat yang sudah benar-benar berkualitas karena dia sudah tahu makna yang sesungguhnya pada shalat, manfaat-manfaat yang dia rasakan yang dia dapatkan dalam shalat, dia sudah bisa merasakan kehadiran Allah atau sekurang-kurangnya dia menyadari bahwa Allah itu selalu melihatnya selalu mengontrol dan mengawasinya.

Maka seperti inilah sedikit gambaran orang-orang yang sholat dan kebanyakan dari kita masih di posisi yang pertama yaitu Sholat karena kewajiban sehingga tidak jarang kita dengarkan sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi yang membuat orang lain buruk menilai akan ini dan pada dasarnya itu kembali pada pribadi bukan menyalahkan agama Islam yang mulia ini.

"Jangan melihat siapa yang mengatakan tapi apa yang dia katakan" seperti itu lantunan mutiara yang bisa kita amalkan dalam keseharian

Karena Allah juga sudah mengingatkan kita tentang betapa banyak orang islam yang selalu mengatakan sesuatu tentang islam tetapi dia tidak mengerjakan apa yang Islam ajarkan itu

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca kitab? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)

Tugas kita hanyalah berusaha dan terus berusaha, Allah lah sebaiknya baik penilai kita, Wallahu'Alam

No comments:

TERNYATA FIR'UN MASIH HIDUP

Andai kita hidup pda zaman Fira'un, kira-kira kita jadi pengikut siapa, Fir'aun atau Nabi Musa?" Musaaa? Yakiiin? Tapi yang...